Home bencana Hujan Deras Guyur Makassar, Sejumlah Wilayah di Biringkanaya Tergenang Air

Hujan Deras Guyur Makassar, Sejumlah Wilayah di Biringkanaya Tergenang Air

84
0

MNCMAKASSAR – Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (31/10/2025) sore, menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Biringkanaya tergenang air.

Hanya dalam waktu sekitar satu jam, beberapa titik di kawasan tersebut mulai dikepung genangan hingga menghambat arus lalu lintas.

Salah satu lokasi yang terdampak parah yakni di Jl Paccerakkang, di mana air setinggi 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa menutupi badan jalan.

Kondisi ini membuat sejumlah kendaraan terjebak macet, terutama dari arah Poros Jl Perintis Kemerdekaan menuju Jl Poros Paccerakkang.

Camat Biringkanaya, Juliaman, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut memang menjadi langganan genangan air setiap kali hujan turun deras. Namun kali ini, genangan terjadi lebih cepat dari biasanya.

“Itu salah satu penyebab tingginya genangan, banyak yang menutup saluran drainase sehingga air tidak mengalir dengan baik. Air lari ke jalan, tidak ke drainase,” ujar Juliaman.

Menurutnya, banyak warga yang menutup permukaan drainase untuk dijadikan lahan parkir, terutama di kawasan usaha sepanjang jalan utama.

Akibatnya, air hujan tidak bisa mengalir ke saluran pembuangan dan justru meluber ke jalan.

Juliaman pun mengimbau masyarakat agar tidak menutup saluran drainase dan tidak membuang sampah sembarangan.

Ia juga menyoroti berkurangnya lahan serapan air akibat pesatnya pembangunan perumahan di wilayah Biringkanaya.

“Lahan resapan air semakin berkurang karena banyaknya pembangunan di atas area yang seharusnya menjadi serapan. Ini memperparah kondisi banjir di beberapa kelurahan,” tambahnya.

Sejumlah kelurahan di Kecamatan Biringkanaya diketahui rawan banjir, di antaranya Paccerakkang, Katimbang, dan Bakung.

Hingga menjelang malam, kondisi genangan dilaporkan berangsur surut setelah hujan berhenti sejak sore hari.

Pemerintah kecamatan bersama warga terus memantau situasi guna mengantisipasi hujan susulan.